30 September 2026

Ulasan Novel : Negeri di Ujung Tanduk

Rabu, 30 September 2026 Kategori : Artikel / Informasi

Di Negeri di Ujung Tanduk
kehidupan semakin rusak,
bukan karena orang jahat semakin banyak,
tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi.

Di Negeri di Ujung Tanduk
para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan,
bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladaan,
tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.

Tapi di Negeri di Ujung Tanduk
setidaknya, kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci,
meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata,
dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan.

                                    ***

Begitulah kiranya prolog yang tertulis di sampul bagian belakang novel Negeri di Ujung Tanduk. Sang penulis, yaitu Tere Liye, mencoba melanjutkan cerita dari novel prekuelnya, Negeri Para Bedebah, meskipun ada jalan cerita baru.

Adalah Thomas atau Tommi, yang merupakan seorang konsultan ekonomi yang fasih luar dalam mengenai seluk beluk perekonomian, kini melebarkan sayapnya ke dunia politik. Perusahaan konsultannya menambahkan unit baru, yaitu sebagai konsultan bagi politikus yang ingin memenangi pemilihan. Kali ini Thomas memiliki klien seorang calon Presiden berinisial JD, yang ternyata juga merupakan kakak kelasnya di sekolah ‘Kaki Langit’. Thomas amat mendukung politikus ini, karena visi-misinya untuk menegakkan hukum, sebagai kunci dari semua permasalahan negara. Sayangnya, banyak oknum yang tidak suka dan merasa akan dirugikan dengan visi-misi tersebut akhirnya berbalik menyerang Thomas dan sang calon Presiden.

Dimulai dari penggerebekan Thomas di Hongkong dengan tuduhan kepemilikan sejumlah besar bubuk heroin, senjata otomatis, dan bahan peledak. Berlanjut dengan ditangkapnya sang calon presiden dengan tuduhan tindak korupsi. Tidak berhenti disitu, Thomas juga pernah dijebloskan di sebuah penjara di Jakarta. Puncaknya, di sebuah kapal pesiar di perairan lepas Cina, Thomas harus berhadapan langsung dan bertarung dengan para bedebah yang selama ini ia cari, yakni para mafia hukum negara yang dipimpin oleh Tuan Shinpei, bos besar para mafia hukum sekaligus otak dari tragedi pembakaran rumah dan gudang keluarga Thomas yang menyebabkan Papa dan Mamanya meninggal dunia.

Untungnya, karakter Thomas yang cerdik dan selalu cekatan, dibantu dengan orang-orang di sekitarnya selalu membuat Thomas dapat lolos dari serangan para bedebah tersebut. Ada Opa, Kadek, dan seorang wartawan perempuan bernama Maryam yang selalu setia mendampingi dan mendukung Thomas. Maggie, sekretaris Thomas dan Kris beserta timnya yang senantiasa  melakukan riset untuk mengatur strategi menyerang balik lawan mereka. Rudi, seorang polisi bersih dan jujur, merupakan kawan lama Thomas, membantu Thomas dan Maryam lolos dari penjara di Jakarta. Dan Lee, seorang petarung hebat yang telah dikalahkan Thomas dalam sebuah pertarungan di Makau. Ia juga merupakan cucu dari sahabat lama Opa, menolong Thomas dalam penggerebekan tuduhan kepemilikan heroin di Hongkong serta pertarungan Thomas dengan para bedebah di kapal pesiar di perairan lepas Cina.

Ada banyak hal baru yang dapat dipelajari melalui cerita ini, terutama di bidang politik. Dunia politik adalah dunia yang tidak bisa dibedakan mana hitam mana putih. Kawan bisa menjadi lawan. Menjatuhkan lawan tidak hanya dengan kekerasan. Seperti yang sedang marak dilakukan di dunia politik sekarang, menghancurkan melalui pencitraan. Siapa yang tidak searah, citranya akan diobrak-abrik. Yang benar akan menjadi salah, begitupula sebaliknya. Visi-misi JD mungkin ada benarnya, bahwa jika hukum benar-benar ditegakkan, banyak permasalahan akan selesai dengan sendirinya. Meskipun tentu itu tidak mudah.

Melalui novel ini sang penulis mencoba mengingatkan agar masyarakat mulai peduli dengan sesama, karena rasa kepedulian saat ini perlahan mulai luntur. Hal kecil yang kadang terabaikan bisa merubah masa depan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Tentang Kami

SMP Negeri 2 Puncu merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri yang berlokasi di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, Indonesia